Sampah Berbuah Manis di Kampung Nusa-Aceh

?

?

Sumber penyakit, kotor, bau dan lain sebagainya merupakan lebel yang dilekatkan kepada “Sampah”.  Iya…tentu dan tidak semua kita akan senang dengan sampah. Namun dengan segala nama yang disematkan untuk sampah tidak terlepas dari campur tangan manusia yang secara terus menerus memproduksinya. hampir setiap hari dan bahkan dalam hitungan menit, sampah dapat menumpuk bak gunung yang menjulang.  Di Aceh, hampir disetiap sudut wilayah pasti kita menjumpai tumpukan sampah yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, misalnya gaya hidup sebagian masyarakat yang belum mencerminkan masyarakat cinta lingkungan- membuang sampah tidak pada tempatnya,  ironis memang bahwa tong sampah ada disepanjang ruas jalan alias orang-orang dengan suka hati membuang sampah dimana saja dan bukan pada tempatnya.

Namun hal ini tidak berlaku bagi perempuan-perempuan di kampung Nusa, Kecamatan Lhoknga. Apa yang telah dilakukan oleh kelompok perempuan dari tahun 2006 ini telah menunjukan bahwa selama kita mau berfikir dan berbuat untuk  hidup lebih berguna dan ini pasti akan terwujud. Pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang diterapkan di Kampung Nusa merupakan gerakan sederhana yang terus digeluti oleh masyarakat Kampung Nusa.

Kampung Nusa adalah salah satu kampung di kecamatan Lhoknga yang terkena dampak parah gelombang Tsunami tahun 2004 silam, namun dengan tekad ingin keluar dari keterpurukan yang telah dialami pada tanggal 26 Desember, 11 tahun yang lalu. bangkit dan bergerak bersama untuk hidup lebih baik.

?

Pemanfaatan sampah menjadi produk yang bernilai ekonomi dan estetika telah  dilakukan  oleh komunitas perempuan yang tergabung dalam Nusa Creation Community (NCC). berkreasi dengan berbagai jenis sampah baik organik maupun an organik merupakan aktiviti keseharian yang dilakoni. Jenis sampah plastik seperti bekas saset sabun cucian, bungkusan snack makanan ringan, bekas  saset kupi dan lain sebagainya diolah dan disulap menjadi produk recycle.  Adalah Pincil case satu diantara produk dari bahan limbah plastik yang dikreasikan di Kampung Nusa yang cukup diminati oleh konsumen. Potongan-potongan  kecil limbah plastik yang telah melalui proses pencucian dijahit bersama sebilah kain menggunakan mesin jahit yang sederhana.

?

Kini, kerja keras perempuan-perempuan yang tergabung dalam  komunitas Nusa kreasi, telah membuahkan hasil. penjualan produk berbahankan sambah sangatlah membantu ekonomi keluarga. produk-produk kreasi dari sampah yang ada di kampung Nusa dijual dengan variasi harga mulai dari Rp. 2000,’ puluhan ribu hingga ratusann ribu rupiah. misalnya dengan harga Rp, 20,000 konsumen bisa membawa pulang 1 jenis produk pincil case. Pundi-pundi rupiah yang telah di kumpulkan melalui berkreasi dengan sampah telah membuahkan hasil yang telah dinikmati oleh perempuan di Kampung Nusa dimana dalam kesehariannya juga sebagai petani.

Harapan besar dimasa akan datang terus digantungi oleh 15 perempuan penggerak di Nusa Kreasi. Langkah-langkah kecil untuk Bumi ini dapat ditulari dikomunitas-komunitas lainnya. Persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab segilintir orang saja, namun ini adalah persolan bersama yang harus dipikul bersama- “save our earth” untuk generasi selanjutnya.

Please follow and like us:

Leave a Reply