Si hijau di Nusa sebagai sumber kehidupan

?

Semakin larut memandanginya, semakin cantik dia. Iya…hamparan hijau nan menyegarkan mata, yang penuh dengan tanaman padi dan diperindah dengan warna khas langit yang cerah seakan menunjukan Petani adalah pahlawan kehidupan yang tak diragukan lagi. Hamparan sawah yang mengelilingi kampung Nusa, Lhoknga menggambarkan betapa indahnya hidup di kampung. Suasana asri nan damai, udara bersih dengan sinar mentari pagi yang menghangatkan jiwa pencari kedamaian

?

Sawah di kampung Nusa merupakan tanah yang digarap untuk tempat menanam padi dengan pengairan airnya adalah tadah hujan. Padi yang ditanam sebagai padi lahan basah (lowland rice). sawah tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat kampung Nusa. Petani adalah mata pencarian yang sudah turun temuran dilakoni oleh masyarakat Nusa. Dengan jumlah penduduk sekitar 1000 orang, hampir 98 persennya merasakan situasi bagaimana hidup dalam dunia pertanian di kampung, tidak terkecuali anak-anak. Bermain Bola, menangkap ikan di rawa selesai panen padi, dan bahkan sekedar berlarian dipematang sawah adalah anugerah tersendiri untuk penghuni kampung Nusa yang berjarak sekitar 9,5 dari pusat kota Banda Aceh.

Blang 3

Hijau pekat bercampur hijau muda pucuk daun pisang, burung bangau putih dan juga burung-burung kecil terbang bebas kesana-kemari. Butiran-butiran embun disetiap helai dedaunan padi. Berwujud menyapa siapa pun yang mengunjungi persawahan yang dapat di jumpai hampir disetiap sudut, Barat-selatan Gampong Nusa. Ia menyapukan penat dan lelah yang beserakan dibenak dengan segala kompleksitas problem kehidupan.

Angin berhembus tak terlalu kencang, dalam kiasan Aceh sering disebutkan “angen puleh pade”  Jenis angin ini biasanya bertiup setelah musim tanam, dimana Padi yang telah ditanam sudah tumbuh dan peranakanya sudah lebih banyak. Naaaah pada saat inilah tumbuhan padi elok dipandang mata. Pengetahuan local yang sudah menjadi tradisi dimasyarakat Kampung Nusa, telah mewariskan pengalaman-pengalaman urban. Bacaan-bacaan kondisi alam ini yang kemudian terus menjadi kebanggaan di kampung.

?

Dalam proses penanaman padi, ada tradisi budaya yang terus mengakar dan secara sukacita dilakukan oleh masyarakat Kampung Nusa. “ Kanduri Pade, Kanduri Neulong, Kanduri Blang merupakan serangkaian gelar budaya atau adat yang  masih dapat dinikmati dikala musim sawah datang. Buleukat payeh, kuah beulangong bak pisang  dan lain-lain adalah menu tradisional yang kerap menjadi hidangan dikala hijau mulai mewarnai perkampungan Nusa. Mau nyicip-nyicip ayuuuk berkunjung kekampung yang tidak jauh dari hamparan pasir pantai Lhoknga dan Lampu’uk.

Blang 5

Menguning padi pertanda musim panen mulai dekat, Naaah sebelum padi mengeras perubahan warna hijau ke warna coklat, Masyarakat Gampong Nusa sebelumnya pasti disibukan dengan bangun pagi cepat-cepat, selesaikan seluruh pekerjaan rumah dan langsung cabut menuju sawah masing-masing. Sementara Cicem Tulo (burung pipit) juga bersiap menyerbu sawah penduduk….so masyarakat Kampung Nusa harus berkerja ektra untuk menjaga padinya di sawah sebagai sumber kehidupan. Dan terkait burung pipit, masyarakat kampung Nusa percaya bahwa ada hal salah yang dilakukan manusia dengan lingkungannya karena kini ada petani yang menganggap bahwa burung ini adalah hama petani. Namun petani lain tetap meyakini bahwa kerusakan habitat hewan atau ekologi yang menyebabkan populasi burung pipit ini tidak terkendalikan dikarenakan oleh tangan makhluk Tuhan bernama Manusia

Blang 6

 

Please follow and like us:

Leave a Reply