Timphan Asokaya: Ramah Lingkungan Ala Kampung Nusa

Timphan, Iya, hampir tidak ada yang tidak mengenal dengan kue yang satu ini. dengan balutan daun pisang muda menjadi ciri khas tersendiri kuliner Aceh ini. hampir setiap wilayah di Aceh memiliki perspektif yang sama tentang Timphan Asokaya, Misalnya bahan-bahan yang digunakan untuk menghasilkan kuliner yang sedikit kenyal dan lembek ini.

Dalam kebudayaan Aceh Timphan Asokaya memiliki kedudukan tersendiri, keistimewaan Thimpan Asokaya disebutkan dalam pepetah Aceh “ Penghule kueh, Timphan Asokaya. Penghule piasan, Serune kale” (Kue yang paling utama, Thimpan. Hiburan yang paling Utama, Serune kale. Thimphan Asokaya sering disajikan dalam kegiatan-kegiatan resmi dan sakral, misalnya pada acara akad nikah sampai dengan ke pesta perkawinan, jamuan-jamuan tamu penting dan juga sebagai salah satu oleh-oleh yang khas jika berkunjung ke bumi Cut nyak dhien.

Timphan Asokaya
Timphan Asokaya sebelum dikukus

Timphan Asokaya terdiri dari 2 bagian yaitu kulit luar dan isiannya. Kulit luar Timphan merupakan campuran tepung terigu, labu tanah dan santan serta garam secukupnya. Kesemua bahan diaduk rata.  Cara membuat adonan pun mudah, labu tanah dipotong dadu, ditambah gula secukupnya dan sedikit garam untuk menguatkan rasa. Labu dimasak dengan santan sampai matang, diangkat dan dinginkan. Campur labu yang sudah matang tadi dengan tepung menjadi satu adonan.  Pemasukan tepung ke dalam adonan dilakukan secara sedikit demi sedikit sehingga nantinya adonannya tidak keras (batat). Kemudian bentuk adonan menjadi bulat lebih kurang sebesar buah duku. Sedangkan isi didalamnya terbuat dari telur, santan, Gula dan garam secukupnya. Setelah adonan, dan srikaya sudah siap, saatnya kita membungkus. Siapkan daun pisang muda sebesar kurang lebih 15 x 20 cm, lamuri dengan minyak goreng. Pipihkan adonan bulat tadi. Sesudah pipih masukkan masukkan srikaya ke dalam adonan dan dibalut. Bungkus Timphan tadi dengan daun yang rapi

?

Naaah, pertanyaan selanjutnya adalah apa yang membedakan thimpan asokaya yang dibuat di kampung Nusa dengan timphan-thimphan ditempat lain..??? Dalam perjalanan penulis mengamati seraya menikmati timphan-thimphan mulai dari bahan sampai dengan penyajian, dan kami di Kampung Nusa memiliki cara tersendiri dalam pengolahannya.  Seperti Takaran untuk bahan yang digunakan untuk kulit luar dan isi didalamnya. Kesemua bahan diukur dengan takaran “sebok” dalam bahasa Aceh Besar yaitu semua bahan ditimbang dengan jumlah yang sama tetapi tidak menggunakan timbangan layaknya yang ada angka 1 ons, 1 kg  atau yang lainnya  tetapi menggunakan peralatan rumah tangga misalnya Gelas, mankok, plok dan lain sebagainya. Sedangkan pada saat semuanya sudah dikukus matang, proses pemindahan ke wadah lain. Dan wadah yang digunakan adalah “Situk”  (Serdang pinang dalam bahasa Indonesia).  Adalah “Situk” wadah berbentuk lonjong yang biasanya digunakan ketika sudah jatuh dari pohon dan termasuk kedala kategori sampah  organi. Tanpa mengganggu kehidupan tanaman Pinang. Situk sudah digunakan secara turun temurun di kampung Nusa.

Thimpan 2

                                                                            Timphan Asokaya didalam “Situk”

Jenis makanan yang masih panas ditempat dalam wadah berjenis greenness adalah hal baik untuk kesehatan dan lingkungan pastinya. tidak merusak lingkungan adalah cerminan insan yang cinta lingkungan. Thimphan Asokaya yang disajikan di Nusa tidaklah terpisahkan oleh yang namanya “Situk”.

Please follow and like us:

2 Comment

  1. Kayaknya cocok ni buat pengiring buka puasa..

    1. Fikar ZR says: Reply

      mari berbuka dengan yang manis-manis..hehe
      Terimakasih banyak

Leave a Reply